0



Seorang Doktor bercerita kepadaku, ... “Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya-. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?


Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal… tenanglah… sesungguhnya aku mencium bau surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan pada dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, jangan kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium bau surga.’

Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. ‘ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta SWT.

Allahu Akbar… apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari… semua kalimat tidak mampu terucap… dan pena telah kering di tangan… aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah SWT,
‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.’ (Ibrahim: 27).

Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.”

Ia melanjutkan kisahnya,

“Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Maghrib pada hari yang sama.

I. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat.” Ini merupakan tanda-tanda Husnul Khatimah.

II. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.

III. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiaannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanallah… sungguh indah kematian seperti ini. Kita bermohon semoga Allah menganugrahkan kita Husnul Khatimah.

Saudara-saudara tercinta… kisah belum selesai…

Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?

Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-larang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkannya; meninggal dengan mencium bau surga.

Ayahnya berkata,
‘Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU’.”

Aku katakan, “Maha benar Allah yang berfirman,
‘Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.’ (Fushshilat: 30-32).”

Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya…di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.”

Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhr RA, ketika perang Uhud ia berkata, “Wah…angin surga, sungguh aku telah mecium bau surga yang berasal dari balik gunung Uhud.”

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya .....
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Dikirim pada 22 Januari 2013 di Uncategories


Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak mau mengira-ngira.

Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku. “Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.

Dikirim pada 22 Januari 2013 di Uncategories



Ingin ku katakan mewakili wanita lain hal yang kadang banyak menimbulkan pertanyaan padamu mengapa ??

Tak bisa dipungkiri bahwa kami para wanita sangat mengutamakan perasaan, karena itu jangan pernah memberikan kami pujian bila tujuannya hanya untuk membuat kami merasa tersanjung. Jujur saja bagi kami pujian dari antum membuat kami bangga tapi kami berusaha menepis itu karena kami masih ingat denganNya yang senantiasa selalu memperhatikan segala perbuatan dan mak’siat yang dilakukan walaupun itu hanya dalam hati. Kami hanya berusaha menjaga hati kami, karena itu kami sering terlihat tak menghiraukan pujian antum.
Mungkin antum semua bertanya – Tanya mengapa kami seperti itu, dan menjaga jarak antara antum semuanya. Itu karena kami tahu pergaulan kami para akhwat dan para ikhwan itu ada batasannya selama masih belum jadi mukhrimnya.

Antumpun jelas tau tentang hal itu.
Kami berusaha menjaga hati dan cinta suci ini untuk ikhwan yang memang kelak akan jadi imam kami. Kami bukanlah wanita yang bebas memberikan cintanya pada para laki – laki lain secara Cuma – Cuma. Disini kami menjaga cinta ini agar tidak ternodai oleh maksiat yang kebanyakan cinta jaman sekarang seperti itu.

Kadang kamipun merasa hal seperti ini tak adil bagi kami sedangkan wanita – wanita lain diluar sana bisa bebas melakukan hal apapun. Dengan melihat wanita lain bisa dengan bebasnya berbicara dengan antum begitu akrabnya. Tapi kami lebih memikirkan betapa berat siksaNya jika kami menuruti cara wanita – wanita diluar sana dan bujuk rayu syaitan yang selalu mengintai kapan saja. Tapi kami tidak mau kalah ! kami disini berjuang mempertahankan izzah kami wanita muslimah, daripada kami harus mengotori hati dengan merindu antum yang bukan mahramnya sebagai wanita muslimah kami lebih merindu akan ridhoNya.

Ketika cinta datang direlung hati ini, kami hanya bisa beristighfar dan berusaha membuang jauh rasa cinta itu. Karena cinta kami ini belumlah pantas untuk antum semua sebelum adanya akad nikah. Cinta ini kami pertahankan dan hanya pada Allah sajalah saat ini cinta kami berujung. Kami tidak menyalahkan antum semua sebagai lelaki karena disini kamipun sebagai wanita sama - sama dalam posisi yang serba salah. Bahkan jika kami juga tak bisa menjaga diri kami, kami mudah tergelincir oleh fitnah.

Akhi .. jangan sampai antum salah paham tentang ta’aruf, jangan menyamakan ta’aruf dengan pacaran islami. Jangan rayu kami dengan iming – iming kebahagiaan yang belum tentu akan terlaksana. Jika memang antum mencintai, tetap jagalah cinta antum itu untuk kami. Jangan biarkan rasa cinta itu mengalahkan segalanya bahkan mengalahkan cinta padaNya. Dan jangan coba mengungkapkan cinta itu jika memang antum belum siap mebawa kami dalam gerbang pernikahan. Tapi jika sebaliknya antum sudah merasa siap silahkan khitbah kami dengan jalan yang memang diridhhoi Allah.

Akhi .. ingin rasanya memadang wajahmu itu lama, tapi kami berusaha menundukkan pandangan. Itu bukan Karena kami merasa tidak suka dengan antum, kami hanya ghadul bahshar (menjaga pandangan) agar tidak terjadi hal yang seharusnya belum terjadi. Jika mata saling berpandangan maka cenderung disana syaitan akan berusaha menyelinap merasuki. Kami merasa malu jika melakukkan hal yang memang tidak dibolehkan olehNya. Kami malu sama Allah !

Mengertilah mengapa kami berbuat seperti ini, itu karena memang kami menjaga diri kami dan untuk menjaga diri antum sendiri dari kemaksiatan yang suatu saat akan datang tiba – tiba. Walaupun dari pandangan mata dan pujian yang menurut antum sangatlah sepele, menurut kami itu membuat kami merasa berbunga (untuk sesaat) tapi pada akhirnya akal juga yang harus dominan untuk mengendalikan nafsu ini. Antum sendiri tau bahwa kami lebih mendahulukan perasaan. Jadi mohon jaga setiap perbuatan antum, kami pun berusaha untuk menjaganya. Tulisan ini bukan mengarah pada antum saja para lelaki, tapi untuk introspeksi kami para wanita juga.


Jagalah hatimu, jagalah cintamu akhi.. terutama cinta untuk Allah dan untuk RasullNya. Kamipun disini sama – sama menjaga cinta yang kami punya, cinta untukNya, untuk RasullNya dan untuk salah satu dari antum … InsyaAllah ..

~Sedikit renungan untukku dan untukmu ~
Semoga bermanfaat untuk semuanya ^^

Dikirim pada 22 Januari 2013 di Uncategories


Bismillahirrahmanirrahim,
Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama.

Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya.

Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha AllahSubhanahu wa ta`ala dalam dirimu

Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!!

Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan.

Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekedar pacaran.

Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang yang kau SUKA.

Namun ketika HATImu PATAH kau seolah tak akan mampu dan tak sanggup berbuat apa-apa. (sempit sekali pikiranmu)

Jika kau sudah terlanjur "Patah" Biarlah perlahan-lahan hatimu tenang bersama waktu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu. Dan jangan ulangi kesalahanmu

Namun ketika HATImu membenarkan CINTA PALSU, kau justru akan dibuat kebingungan karenanya.

Kau harus berpikir ulang sebelum kau benar-benar masuk dalam jurang Zina yang HINA dengan mengatakan dialah cintaku yang sebenarnya dan kau menghalalkan sendiri dengan label "PACARAN" untuk saling mengenal
NAUDZUBILLAH MINDZALIK

Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya.

Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar HALAL dalam ikatan suci Pernikahan

Cinta karena Allah itu bukan penilaian pada penampilan dan kecantikan.

Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah Arang Hitam daripada sebutir intan yang berkilauan.

Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu HANCUR

Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan / ketampanan seseorang. Namun KECANTIKAN / KETAMPANAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintaiNya.

Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. Karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah Subhanahu wa ta`ala

Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin.

Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan.

Cinta karena Allah menjadikan kau mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.

Dan setelah kau Pantas. InsyaAllah jodohmu akan datang dari arah mana saja, dari arah yang tidak disangka-sangka.
Aamiin....

Dikirim pada 21 Januari 2013 di Uncategories


❥ Dibalik hijab ku melihatmu
Satu sosok yg menggugah hati..
❥ Kelembutan suara yg menenangkan jiwa..
❥ Seuntai senyuman yg selalu terhias diwajahmu..
❥ Saat diri ini melintas di hadapanmu..

❥ Tertunduk malu aku berjalan tanpa hirau..

❥ Padahal hati ini berdegup kencang..

❥ Sebenarnya mata ini ingin menatap indahnya dirimu..

❥ Hati dan kenyataan berbeda, ku tepis semuanya..

❥ Agar iffah dan izzahku tetap terjaga..

❥ Begitu pun dirimu, aku menghormatimu dengan tidak menatap mata yg penuh
dengan rasa syukur..

❥ Cinta ini untukmu hanya dalam diam..

❥ Kekaguman ini hanya hadir dibalik diam dalam diam Ku berdoa kepada Ilahi Rabbi semoga cinta diamku untukmu,bisa mendekatkan aku kepada Yang Maha Penyayang..

❥ Aamiin Ya Rabbal ‘alamin..

Dikirim pada 01 Januari 2013 di Uncategories



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Bukan kehendakku ia begini...Tidak ku pinta begitu...ku mohon fahamilah diri ini..sebagaimana kau ku fahami...
Ku tahu ianya sukar...ku tahu ianya perit..ku tahu ianya pilu...aku juga merasakannya...
tapi demi Dia yg maha cinta..aku tidak mahu terus menjadi fitnah buatmu..aku tidak mahu kau berdosa keranaku..maafkan aku...
Tapi ketahuilah dengan perpisahan ini ..dirimu dan diriku akan menemukancinta yg lebih indah...cinta dari Allah....
aku memohon jgn kau benci diriku...redhailah apa yg terjadi..pasti ada hikmah yg tersirat disebalik semua ini..cukuplah hanya kau dan aku yg mengetahuiisi hati yg tersembunyi...
andai kau yakin dirimu bakal imamku kelak..pinanglah aku walau hanya dgn senaskah kalam Allah..andai kau bakal zauj ku kelak...aku akan setia menunggu bagi diriku menjadi halal buatmu..
aku tak ingin menjadi kekasihmu yg tidak diredhai..apa yg ku ingin adalah menjadi zaujahmu yg halal....apa yg ku ingin adalah menjadi isterimu yg solehah..apa yg ku ingin adalah menjadi penyejuk dimata dan penawar dihati...aku ingin menjadi wanita Quratul` Ain bagimu..
Ya Rabbul Izzati... Apakah ini kesudahannya? apakah ini pengakhirannya? Subhanallah.. apa lagi yg harusku harapkan selainmengejar kasih dan cintaMu....
Ku memohon dengarlah rintihan doaku..Andai dia tercipta bagiku...Kau dekatkanlah hatinya dgn hatiku..andai dia pemilik tulang rusukku...Engkau satukanlah kami dlm redhaMu..
aku tidak mahu terlalu berharap..kerana ku tidak tahu apa yg Kau aturkan buatku..tetapi sekiranya...dia bukan untukku..Kau berikanlah dia zaujah yg solehah dan yg terbaik..sekiranya dia bukan pemilik rusuk ini..Kau redhakanlah aku dgn ketentuanMu.
Ya Allah...Engkau kurniakanlah kekuatan hati bagi kami..jgnlah kami menyalahkan takdir yg tertulis...ku memohon Kau lindungilah dia...kuatkan dirinya..rahmatilah dia...dan peliharalah dirinya..
Semoga disuatu hari nanti..Engkau pertemukan kami dlm keadaan yg halal..semoga kaulah zauj ku kelak..imam yg bakal membimbing diriku..insyaAllah....
kerana keikhlasanmu,kasihmu dan cintamu..sukarnya bagiku utk melepaskan..tapi ini yg terbaik bagi kita..dlm mengejar cintaNya...sekali lagi salam kemaafan dariku....
Amin~
Firman Allah : "Perempuan² yg jahat utk lelaki² yg jahat, lelaki² yg jahat utk perempuan² yg jahat. Perempuan² yg baik utk lelaki² yg baik, lelaki² yg baik utk perempuan² yg baik..." (An-nur 24 :26) "Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu,dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Allah maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah 2:216)

Dikirim pada 23 September 2012 di Uncategories


Dear Diary-^^
Beginilah Caraku mencintaimu...


Tak menghubungimu,
Tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan tak chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan berarti aku membencimu,
namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,

Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..

dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,

aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,

oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..

Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang bidadara yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi suamiku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.

Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada bidadaraku kelak..

Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
aamiiin..

Dikirim pada 29 Mei 2012 di Uncategories


Apa yang harus kutulis lagi? Sebab kehidupan kadang sulit untuk dipahami. Hanya dijalani. Saat masalah berdatangan bagai hujan. Sering tanpa diingini. Dan waktu yang tidak sesuai. Tapi apa yang harus dilakukan selain mengalaminya dengan tenang? Berapa banyakkah hasrat, keinginan dan cita-cita kita yang terkandas, bukan karena ketidakmampuan kita, namun karena situasi dan kondisi yang sama sekali tidak mendukung kita? Berapa banyakkah kesedihan, kekecewaan dan kepahitan telah melanda diri kita sehingga kita kadang mengalami perasaan putus asa dan tenggelam dalam kepasrahan pasif menerima kehidupan kita ini?
Tetapi, terkadang hidup itu menggelikan. Saat ini, jika kita membayangkan masa-masa lalu yang sulit, masa-masa lalu yang hampir membuat kita putus asa bahkan dengan perasaan yang nyaris hancur, sering kita merasa geli sendiri. Mengapa ya, aku demikian dulu? Mengapa ya, aku demikian tak mampu menguasai diriku saat itu? Jika demikian, bukankah kekecewaan, kesulitan-kesulitan dan perasaan tak mampu dipahami yang melanda kita saat ini, dapat pula menjadi suatu lelucon indah di masa depan yang saat ini nampak jauh. Kata orang, waktu akan mengobati segalanya. Ya, waktu dapat membuat perasaan kita saat ini menjadi suatu sejarah indah kelak. Waktu akan membuat kesedihan dan ketakutan kita saat ini kelak menjadi suatu gurauan yang menggembirakan hati.
Maka apa yang dapat kutulis saat ini, selain berharap agar kita menjalani hidup ini apa adanya. Kita telah belajar banyak hal, mengalami banyak keadaan yang menyedihkan, menyaksikan banyak konflik dan kehancuran serta bencana, segala macam cobaan dan tantangan. Apakah semua itu mampu membuat dunia ini berhenti berputar? Apakah semua itu dapat membuat kita semua ramai-ramai berhenti menikmati hidup? Berhenti memberikan cinta dan berhenti menerima cinta? Berhenti membuat dan melahirkan kehidupan baru bagi dunia ini? Tidak! Nampaknya tidak. Waktu berlalu, dan ingatan kita pun akan mengubur segala kekecewaan dan kesedihan yang telah kita alami.
Hidup itu singkat. Maka sungguh tak berbahagialah kita, jika dalam kehidupan yang singkat ini, kehidupan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta, kita sia-siakan dengan hanya mengeluh dan mengeluh tanpa mampu berbuat sesuatu apa pun. Kita hanya terpaku di depan pintu kesempatan yang telah tertutup tanpa mampu dan mau melihat pintu lain yang terbuka lebar. Sejarah telah mengajarkan kita betapa krisis seringkali berulang, namun kita adalah ciptaan-ciptaan yang telah dianugerahi kemampuan untuk berpikir dan memutuskan apa yang terbaik yang harus kita lakukan demi kebahagiaan kita semua. Hidup itu singkat. Dan sering bukan untuk hanya untuk dipahami, tetapi terutama untuk dijalani. Ya, dijalani apa adanya.
Dan inilah yang ingin kutuliskan di pagi yang mendung, tetapi tak mampu mengusir keindahannya. Pagi yang diderasi oleh hujan tetapi membuat hati kita menjadi lembut dan penuh inspirasi. Ilham, kesempatan dan kemampuan kita seringkali akan timbul justru saat kita dilanda kesulitan dan kekecewaan yang mendalam. Ya, hanya dalam situasi kritis saja segala nalar dan rasa kita menjadi maksimal dan berdaya penuh. Bukan dalam suasana yang tenang dan tanpa tantangan. Maka dalam hidup yang dipenuhi segala macam tantangan inilah yang bisa memacu segala kemampuan kita hingga ke tingkat yang bahkan kita sendiri tak pernah membayangkannya. Tak pernah.
Kelak, jika masa-masa suram ini berlalu, kita bisa berkumpul lalu saling berbagi kisah. Saling bertutur mengenai musibah dan bencana yang telah melanda kita. Sambil melempar canda. Sambil bergurau. Waktu, waktu telah menyembuhkan luka-luka hati kita. Kelak, dan waktunya tak lama dalam sejarah dunia yang demikian panjang, dalam waktu hidup kita yang singkat ini, kita dapat saling bertutur dengan riang. Berbagi suka. Berbagi duka. Berbagi kata. Berbagi diri. Dan tiba-tiba menyadari betapa indahnya kehidupan ini. Indahnya hidup ini. Bersama keluarga. Bersama sahabat. Bersama alam. Bersama Tuhan. Bersama-sama. Maka jangan menyerah. Jangan pernah menyerah. Badai pasti berlalu.

by gian Fajar

Dikirim pada 11 Maret 2012 di Uncategories


Bismillahirrahmaanirahiim..
Assalamualaikum..

Ketika kita tertimpa musibah, penderitaan, kesusahan, kecelakaan.. apakah kata pertama yg akan kau sebut adalah : Oh ibu, oh ayah, oh kakek, atau oh pacarku..????
Saya yakin tidak ! Yang pertama kali akan engkau sebut baik ketika engkau sadar atau secara spontan adalah : Yaa Allah..!

KENAPA..???

Karena Allah adalah Kekasih Sejati yang senantiasa mencurahkan rahmat-Nya walaupun kita tidak meminta..

Karena Allah adalah Kekasih Sejati yang tak pernah memutuskan cinta-Nya kepada kita, justru kitalah yang melakukannya..

Karena Allah adalah Kekasih Sejati yang tak pernah pergi meninggalkan kita, malah kita sendiri yang meninggalkan-Nya..

Karena Allah adalah Kekasih Sejati yang senantiasa menunggu kita untuk kembali pada-Nya, walaupun kita telah pergi entah kemana..

Karena Allah adalah Kekasih Sejati yang mendekat kepada kita, melebihi pendekatan kita pada-Nya..

Karena Allah adalah kekasih sejati yg paling dermawan diantara para penderma. Allah tidak akan pernah bosan memberi yang kau minta sampai engkau sendiri yg bosan meminta..

Karena Allah adalah Kekasih Sejati yang selalu memaafkan semua kesalahan yang telah kita lakukan, meskipun itu kesalahan besar, asalkan kita tidak menyekutukan-Nya..

Karena Allah adalah Kekasih Sejati yang tetap mengampuni seorang anak manusia walaupun telah menduakan-Nya, asalkan bertaubat dan kembali ke jalan-Nya sebelum nyawa sampai di tenggorokan..

Demikian besar kasih sayang Allah kepada kita, melebihi kasih sayang kita kepada diri sendiri.

So saudara/i-ku, Yuk..kembali kepada Allah..karena itu satu2nya Jalan Cinta Para Pejuang utk menuju kemenangan !! ^_^

Wassalam

Dikirim pada 26 Februari 2012 di Uncategories


ღPersembahan untuk umiღ

Ya Allah.
Aku tau umi pasti begitu berat ketika mengandungku..Tetapi umi selalu sabar membawaku dan membelai aku dalam perutnya..

Aku tau pasti umi angat sakit ketika melahirkanku..Tetapi umi rela mengorbankan nyawanya demi melahirkanku agar aku selamat lahir di dunia..

Aku tau umi pasti mengantuk di setiap malam,ketika aku terbangun.. Tetapi umi rela membuang dan menahan rasa kantuknya demi menyusuiku agar aku tak menangis lagi..

Aku tau umi pasti lelah mendengarkan rengekan aku jika aku dulu manja ingin di belikan sesuatu.. Tetapi umi selalu sabar dan mengikuti apa yang aku inginkan,meskipun mungkin memaksakan jika tidak ada uang agar bahagia......

Ya Allah...
Aku tau umi yang mengajarkanku mengenalMu..

Aku tau umi yang membimbingku agar aku dapat shalat dan membaca ayat - ayat-Mu..

aku tau umi yang membelikanku mukena agar aku dapat selalu beribadah kepada-Mu..

Aku tau umi selalu membelaiku di kala aku terlelap..

Aku tau umi sering tidak bisa tidur ketika aku sakit..

Aku tau umi selalu siap memotong rambutku yang sudah mulai panjang dengan tangannya yang lincah..

Aku tau umi selalu memasakkan makanan kesukaanku..

Aku tau umi sering membuatkanku teh hangat ketika aku pulang..

Aku tau umi selalu masih terjaga,jika aku malam belum pulang ke rumah..

Aku tau umi selalu mengsmsku agar aku tak telat makan..

Aku tau umi selalu mendo`akanku di dalam setiap waktunya..

Aku tau umi selalu mendengarkan ceritaku ketika aku bahagia maupun sedih..

Aku tau umi selalu sabar merapikan kamarku yang sering berantakan..

Aku tau umi selalu menyuapiku di pagi hari jika aku tidak sempat untuk makan sebelum ke kantor,,

Aku tau umi selalu memelukku ketika aku kedinginan dengan tubuhnya yang begitu hangat,,

Aku tau umi selalu tersenyum dan menciumku sebelum aku berangkat..

Aku tau umi selalu rela berkorban bekerja keras agar aku dapat kuliah..

Aku tau umi selalu berusaha memberikan masukan terbaik ketika aku dilanda kebimbangan..

Tapi Ya Allah..
Aku pun tau,aku sering membuatnya sedih dengan kata - kataku yang secara tak sengaja membentaknya jika aku sedang dalam masalah dan tak ingin diganggu..padahalumi pasti cemas dengan keadaan putrinya yang tiba2 bersedih..

Aku pun tau,aku sering lupa mengabari umi jika aku telat pulang...padahal umi pasti cemas dengan keberadaanku..

Aku pun tau,aku sering lupa memijit badannya karena aku capek,padahal tentunya umi lebih capek bekerja keras untuk kami sekeluarga..

Aku tau,aku sering lalai dan menjalankan apa yang beliau minta padaku...

Aku pun tau,aku kadang lupa menanyakan kabarnya hari ini karena aku terlalu sibuk di luar rumah..

padahal umi pasti sangat kangen padaku hari itu..

Aku pun tau,umi selalu memilihkan baju yang terbaik untukku..

Tetapi aku sering tidak memilihnya karena menurutku itu tidak cocok,

padahal umi hanya ingin aku menggunakan pakaian yang terbaik..

Aku pun tau,kadang aku pun sering malas ketika umi meminta tolong kepadaku

hanya karena aku capek baru pulang dari kantor..

Aku pun tau,aku belum dapat memberikan umi sesuatu untuk dapat membuatnya bahagia,padahal dalam hatiku aku berjanji akan berusaha membuatnya bahagia...

Aku pun tau,aku hanya gadis kecilnya yang telah beranjak dewasa,tetapi justru bukan semakin banyak waktu untukkunya tetapi malah terlalu sibuk dengan urusan yang lain.. Aku pun tau,bahwa semua yangumi berikan takkan pernah dapat aku ganti dengan apapun..

Ya Allah..
hamba tau,hamba bukan seseorang yang dapat selalu membuatnya tersenyum.... hamba tau ,hamba hanya seseorang yang sering membuatnya meneteskan air mata melihat tingkah laku hamba yang tak kunjung dewasa..

hamba tau,hamba bukan seseorang yang dapat selalu ada disampingnya di setiap waktu..

hamba tau,hamba belum bisa membuatnya bangga..

Tapi izinkanlah Hamba ya Allah menjadi anaknya yang shalehah yang dapat membawa kedua orang tua yang begitu menyayangiku bisa masuk ke dalam surga-Mu..

Izinkanlah hambaMu yang lemah ini ya Allah..

Aamin..Ya Rabbal`alamin..

ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO

“ Ya Tuhanku,ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku,sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”

Ya Allah, Terima kasih engkau telah memberikan seorang Ibu yang terhebat di dunia..seorang ibu terbaik di dunia..tolong selalu jaga dan lindungi mamahku Ya Allah karena hanya Engkaulah sebaik - baiknya penjaga...

Aamiin ya rabbal`alamin...
::Sebelum Engkau Halal Bagiku::

Dikirim pada 03 Februari 2012 di Uncategories
Awal « 1 2 » Akhir
Profile

sederhana itu indah More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 230.066 kali


connect with ABATASA