0



Seorang Doktor bercerita kepadaku, ... “Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya-. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?


Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal… tenanglah… sesungguhnya aku mencium bau surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan pada dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, jangan kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium bau surga.’

Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. ‘ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta SWT.

Allahu Akbar… apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari… semua kalimat tidak mampu terucap… dan pena telah kering di tangan… aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah SWT,
‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.’ (Ibrahim: 27).

Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.”

Ia melanjutkan kisahnya,

“Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Maghrib pada hari yang sama.

I. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat.” Ini merupakan tanda-tanda Husnul Khatimah.

II. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.

III. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiaannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanallah… sungguh indah kematian seperti ini. Kita bermohon semoga Allah menganugrahkan kita Husnul Khatimah.

Saudara-saudara tercinta… kisah belum selesai…

Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?

Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-larang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkannya; meninggal dengan mencium bau surga.

Ayahnya berkata,
‘Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU’.”

Aku katakan, “Maha benar Allah yang berfirman,
‘Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.’ (Fushshilat: 30-32).”

Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya…di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.”

Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhr RA, ketika perang Uhud ia berkata, “Wah…angin surga, sungguh aku telah mecium bau surga yang berasal dari balik gunung Uhud.”

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya .....
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Dikirim pada 22 Januari 2013 di Uncategories


Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak mau mengira-ngira.

Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku. “Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.

Dikirim pada 22 Januari 2013 di Uncategories



Ingin ku katakan mewakili wanita lain hal yang kadang banyak menimbulkan pertanyaan padamu mengapa ??

Tak bisa dipungkiri bahwa kami para wanita sangat mengutamakan perasaan, karena itu jangan pernah memberikan kami pujian bila tujuannya hanya untuk membuat kami merasa tersanjung. Jujur saja bagi kami pujian dari antum membuat kami bangga tapi kami berusaha menepis itu karena kami masih ingat denganNya yang senantiasa selalu memperhatikan segala perbuatan dan mak’siat yang dilakukan walaupun itu hanya dalam hati. Kami hanya berusaha menjaga hati kami, karena itu kami sering terlihat tak menghiraukan pujian antum.
Mungkin antum semua bertanya – Tanya mengapa kami seperti itu, dan menjaga jarak antara antum semuanya. Itu karena kami tahu pergaulan kami para akhwat dan para ikhwan itu ada batasannya selama masih belum jadi mukhrimnya.

Antumpun jelas tau tentang hal itu.
Kami berusaha menjaga hati dan cinta suci ini untuk ikhwan yang memang kelak akan jadi imam kami. Kami bukanlah wanita yang bebas memberikan cintanya pada para laki – laki lain secara Cuma – Cuma. Disini kami menjaga cinta ini agar tidak ternodai oleh maksiat yang kebanyakan cinta jaman sekarang seperti itu.

Kadang kamipun merasa hal seperti ini tak adil bagi kami sedangkan wanita – wanita lain diluar sana bisa bebas melakukan hal apapun. Dengan melihat wanita lain bisa dengan bebasnya berbicara dengan antum begitu akrabnya. Tapi kami lebih memikirkan betapa berat siksaNya jika kami menuruti cara wanita – wanita diluar sana dan bujuk rayu syaitan yang selalu mengintai kapan saja. Tapi kami tidak mau kalah ! kami disini berjuang mempertahankan izzah kami wanita muslimah, daripada kami harus mengotori hati dengan merindu antum yang bukan mahramnya sebagai wanita muslimah kami lebih merindu akan ridhoNya.

Ketika cinta datang direlung hati ini, kami hanya bisa beristighfar dan berusaha membuang jauh rasa cinta itu. Karena cinta kami ini belumlah pantas untuk antum semua sebelum adanya akad nikah. Cinta ini kami pertahankan dan hanya pada Allah sajalah saat ini cinta kami berujung. Kami tidak menyalahkan antum semua sebagai lelaki karena disini kamipun sebagai wanita sama - sama dalam posisi yang serba salah. Bahkan jika kami juga tak bisa menjaga diri kami, kami mudah tergelincir oleh fitnah.

Akhi .. jangan sampai antum salah paham tentang ta’aruf, jangan menyamakan ta’aruf dengan pacaran islami. Jangan rayu kami dengan iming – iming kebahagiaan yang belum tentu akan terlaksana. Jika memang antum mencintai, tetap jagalah cinta antum itu untuk kami. Jangan biarkan rasa cinta itu mengalahkan segalanya bahkan mengalahkan cinta padaNya. Dan jangan coba mengungkapkan cinta itu jika memang antum belum siap mebawa kami dalam gerbang pernikahan. Tapi jika sebaliknya antum sudah merasa siap silahkan khitbah kami dengan jalan yang memang diridhhoi Allah.

Akhi .. ingin rasanya memadang wajahmu itu lama, tapi kami berusaha menundukkan pandangan. Itu bukan Karena kami merasa tidak suka dengan antum, kami hanya ghadul bahshar (menjaga pandangan) agar tidak terjadi hal yang seharusnya belum terjadi. Jika mata saling berpandangan maka cenderung disana syaitan akan berusaha menyelinap merasuki. Kami merasa malu jika melakukkan hal yang memang tidak dibolehkan olehNya. Kami malu sama Allah !

Mengertilah mengapa kami berbuat seperti ini, itu karena memang kami menjaga diri kami dan untuk menjaga diri antum sendiri dari kemaksiatan yang suatu saat akan datang tiba – tiba. Walaupun dari pandangan mata dan pujian yang menurut antum sangatlah sepele, menurut kami itu membuat kami merasa berbunga (untuk sesaat) tapi pada akhirnya akal juga yang harus dominan untuk mengendalikan nafsu ini. Antum sendiri tau bahwa kami lebih mendahulukan perasaan. Jadi mohon jaga setiap perbuatan antum, kami pun berusaha untuk menjaganya. Tulisan ini bukan mengarah pada antum saja para lelaki, tapi untuk introspeksi kami para wanita juga.


Jagalah hatimu, jagalah cintamu akhi.. terutama cinta untuk Allah dan untuk RasullNya. Kamipun disini sama – sama menjaga cinta yang kami punya, cinta untukNya, untuk RasullNya dan untuk salah satu dari antum … InsyaAllah ..

~Sedikit renungan untukku dan untukmu ~
Semoga bermanfaat untuk semuanya ^^

Dikirim pada 22 Januari 2013 di Uncategories


Bismillahirrahmanirrahim,
Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama.

Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya.

Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha AllahSubhanahu wa ta`ala dalam dirimu

Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!!

Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan.

Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekedar pacaran.

Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang yang kau SUKA.

Namun ketika HATImu PATAH kau seolah tak akan mampu dan tak sanggup berbuat apa-apa. (sempit sekali pikiranmu)

Jika kau sudah terlanjur "Patah" Biarlah perlahan-lahan hatimu tenang bersama waktu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu. Dan jangan ulangi kesalahanmu

Namun ketika HATImu membenarkan CINTA PALSU, kau justru akan dibuat kebingungan karenanya.

Kau harus berpikir ulang sebelum kau benar-benar masuk dalam jurang Zina yang HINA dengan mengatakan dialah cintaku yang sebenarnya dan kau menghalalkan sendiri dengan label "PACARAN" untuk saling mengenal
NAUDZUBILLAH MINDZALIK

Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya.

Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar HALAL dalam ikatan suci Pernikahan

Cinta karena Allah itu bukan penilaian pada penampilan dan kecantikan.

Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah Arang Hitam daripada sebutir intan yang berkilauan.

Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu HANCUR

Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan / ketampanan seseorang. Namun KECANTIKAN / KETAMPANAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintaiNya.

Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. Karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah Subhanahu wa ta`ala

Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin.

Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan.

Cinta karena Allah menjadikan kau mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.

Dan setelah kau Pantas. InsyaAllah jodohmu akan datang dari arah mana saja, dari arah yang tidak disangka-sangka.
Aamiin....

Dikirim pada 21 Januari 2013 di Uncategories
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

sederhana itu indah More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 220.330 kali


connect with ABATASA