0


❥ Dibalik hijab ku melihatmu
Satu sosok yg menggugah hati..
❥ Kelembutan suara yg menenangkan jiwa..
❥ Seuntai senyuman yg selalu terhias diwajahmu..
❥ Saat diri ini melintas di hadapanmu..

❥ Tertunduk malu aku berjalan tanpa hirau..

❥ Padahal hati ini berdegup kencang..

❥ Sebenarnya mata ini ingin menatap indahnya dirimu..

❥ Hati dan kenyataan berbeda, ku tepis semuanya..

❥ Agar iffah dan izzahku tetap terjaga..

❥ Begitu pun dirimu, aku menghormatimu dengan tidak menatap mata yg penuh
dengan rasa syukur..

❥ Cinta ini untukmu hanya dalam diam..

❥ Kekaguman ini hanya hadir dibalik diam dalam diam Ku berdoa kepada Ilahi Rabbi semoga cinta diamku untukmu,bisa mendekatkan aku kepada Yang Maha Penyayang..

❥ Aamiin Ya Rabbal ‘alamin..

Dikirim pada 01 Januari 2013 di Uncategories



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Bukan kehendakku ia begini...Tidak ku pinta begitu...ku mohon fahamilah diri ini..sebagaimana kau ku fahami...
Ku tahu ianya sukar...ku tahu ianya perit..ku tahu ianya pilu...aku juga merasakannya...
tapi demi Dia yg maha cinta..aku tidak mahu terus menjadi fitnah buatmu..aku tidak mahu kau berdosa keranaku..maafkan aku...
Tapi ketahuilah dengan perpisahan ini ..dirimu dan diriku akan menemukancinta yg lebih indah...cinta dari Allah....
aku memohon jgn kau benci diriku...redhailah apa yg terjadi..pasti ada hikmah yg tersirat disebalik semua ini..cukuplah hanya kau dan aku yg mengetahuiisi hati yg tersembunyi...
andai kau yakin dirimu bakal imamku kelak..pinanglah aku walau hanya dgn senaskah kalam Allah..andai kau bakal zauj ku kelak...aku akan setia menunggu bagi diriku menjadi halal buatmu..
aku tak ingin menjadi kekasihmu yg tidak diredhai..apa yg ku ingin adalah menjadi zaujahmu yg halal....apa yg ku ingin adalah menjadi isterimu yg solehah..apa yg ku ingin adalah menjadi penyejuk dimata dan penawar dihati...aku ingin menjadi wanita Quratul` Ain bagimu..
Ya Rabbul Izzati... Apakah ini kesudahannya? apakah ini pengakhirannya? Subhanallah.. apa lagi yg harusku harapkan selainmengejar kasih dan cintaMu....
Ku memohon dengarlah rintihan doaku..Andai dia tercipta bagiku...Kau dekatkanlah hatinya dgn hatiku..andai dia pemilik tulang rusukku...Engkau satukanlah kami dlm redhaMu..
aku tidak mahu terlalu berharap..kerana ku tidak tahu apa yg Kau aturkan buatku..tetapi sekiranya...dia bukan untukku..Kau berikanlah dia zaujah yg solehah dan yg terbaik..sekiranya dia bukan pemilik rusuk ini..Kau redhakanlah aku dgn ketentuanMu.
Ya Allah...Engkau kurniakanlah kekuatan hati bagi kami..jgnlah kami menyalahkan takdir yg tertulis...ku memohon Kau lindungilah dia...kuatkan dirinya..rahmatilah dia...dan peliharalah dirinya..
Semoga disuatu hari nanti..Engkau pertemukan kami dlm keadaan yg halal..semoga kaulah zauj ku kelak..imam yg bakal membimbing diriku..insyaAllah....
kerana keikhlasanmu,kasihmu dan cintamu..sukarnya bagiku utk melepaskan..tapi ini yg terbaik bagi kita..dlm mengejar cintaNya...sekali lagi salam kemaafan dariku....
Amin~
Firman Allah : "Perempuan² yg jahat utk lelaki² yg jahat, lelaki² yg jahat utk perempuan² yg jahat. Perempuan² yg baik utk lelaki² yg baik, lelaki² yg baik utk perempuan² yg baik..." (An-nur 24 :26) "Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu,dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Allah maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah 2:216)

Dikirim pada 23 September 2012 di Uncategories


Dear Diary-^^
Beginilah Caraku mencintaimu...


Tak menghubungimu,
Tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan tak chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan berarti aku membencimu,
namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,

Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..

dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,

aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,

oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..

Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang bidadara yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi suamiku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.

Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada bidadaraku kelak..

Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
aamiiin..

Dikirim pada 29 Mei 2012 di Uncategories


Apa yang harus kutulis lagi? Sebab kehidupan kadang sulit untuk dipahami. Hanya dijalani. Saat masalah berdatangan bagai hujan. Sering tanpa diingini. Dan waktu yang tidak sesuai. Tapi apa yang harus dilakukan selain mengalaminya dengan tenang? Berapa banyakkah hasrat, keinginan dan cita-cita kita yang terkandas, bukan karena ketidakmampuan kita, namun karena situasi dan kondisi yang sama sekali tidak mendukung kita? Berapa banyakkah kesedihan, kekecewaan dan kepahitan telah melanda diri kita sehingga kita kadang mengalami perasaan putus asa dan tenggelam dalam kepasrahan pasif menerima kehidupan kita ini?
Tetapi, terkadang hidup itu menggelikan. Saat ini, jika kita membayangkan masa-masa lalu yang sulit, masa-masa lalu yang hampir membuat kita putus asa bahkan dengan perasaan yang nyaris hancur, sering kita merasa geli sendiri. Mengapa ya, aku demikian dulu? Mengapa ya, aku demikian tak mampu menguasai diriku saat itu? Jika demikian, bukankah kekecewaan, kesulitan-kesulitan dan perasaan tak mampu dipahami yang melanda kita saat ini, dapat pula menjadi suatu lelucon indah di masa depan yang saat ini nampak jauh. Kata orang, waktu akan mengobati segalanya. Ya, waktu dapat membuat perasaan kita saat ini menjadi suatu sejarah indah kelak. Waktu akan membuat kesedihan dan ketakutan kita saat ini kelak menjadi suatu gurauan yang menggembirakan hati.
Maka apa yang dapat kutulis saat ini, selain berharap agar kita menjalani hidup ini apa adanya. Kita telah belajar banyak hal, mengalami banyak keadaan yang menyedihkan, menyaksikan banyak konflik dan kehancuran serta bencana, segala macam cobaan dan tantangan. Apakah semua itu mampu membuat dunia ini berhenti berputar? Apakah semua itu dapat membuat kita semua ramai-ramai berhenti menikmati hidup? Berhenti memberikan cinta dan berhenti menerima cinta? Berhenti membuat dan melahirkan kehidupan baru bagi dunia ini? Tidak! Nampaknya tidak. Waktu berlalu, dan ingatan kita pun akan mengubur segala kekecewaan dan kesedihan yang telah kita alami.
Hidup itu singkat. Maka sungguh tak berbahagialah kita, jika dalam kehidupan yang singkat ini, kehidupan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta, kita sia-siakan dengan hanya mengeluh dan mengeluh tanpa mampu berbuat sesuatu apa pun. Kita hanya terpaku di depan pintu kesempatan yang telah tertutup tanpa mampu dan mau melihat pintu lain yang terbuka lebar. Sejarah telah mengajarkan kita betapa krisis seringkali berulang, namun kita adalah ciptaan-ciptaan yang telah dianugerahi kemampuan untuk berpikir dan memutuskan apa yang terbaik yang harus kita lakukan demi kebahagiaan kita semua. Hidup itu singkat. Dan sering bukan untuk hanya untuk dipahami, tetapi terutama untuk dijalani. Ya, dijalani apa adanya.
Dan inilah yang ingin kutuliskan di pagi yang mendung, tetapi tak mampu mengusir keindahannya. Pagi yang diderasi oleh hujan tetapi membuat hati kita menjadi lembut dan penuh inspirasi. Ilham, kesempatan dan kemampuan kita seringkali akan timbul justru saat kita dilanda kesulitan dan kekecewaan yang mendalam. Ya, hanya dalam situasi kritis saja segala nalar dan rasa kita menjadi maksimal dan berdaya penuh. Bukan dalam suasana yang tenang dan tanpa tantangan. Maka dalam hidup yang dipenuhi segala macam tantangan inilah yang bisa memacu segala kemampuan kita hingga ke tingkat yang bahkan kita sendiri tak pernah membayangkannya. Tak pernah.
Kelak, jika masa-masa suram ini berlalu, kita bisa berkumpul lalu saling berbagi kisah. Saling bertutur mengenai musibah dan bencana yang telah melanda kita. Sambil melempar canda. Sambil bergurau. Waktu, waktu telah menyembuhkan luka-luka hati kita. Kelak, dan waktunya tak lama dalam sejarah dunia yang demikian panjang, dalam waktu hidup kita yang singkat ini, kita dapat saling bertutur dengan riang. Berbagi suka. Berbagi duka. Berbagi kata. Berbagi diri. Dan tiba-tiba menyadari betapa indahnya kehidupan ini. Indahnya hidup ini. Bersama keluarga. Bersama sahabat. Bersama alam. Bersama Tuhan. Bersama-sama. Maka jangan menyerah. Jangan pernah menyerah. Badai pasti berlalu.

by gian Fajar

Dikirim pada 11 Maret 2012 di Uncategories
Profile

sederhana itu indah More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 232.052 kali


connect with ABATASA